BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Jumat, 17 September 2010

sinopsis Detective Conan Live Action 1 part 3

"Tinggal 12 jam lagi" kata Shinichi
Sementara itu, Kogoro berdiri mematung di dalam aula. Dia tampak sedang serius berpikir. Dengan berat hati, Shinichi menghampirinya.
"Paman" kata Shinichi sambil mendekat pada Kogoro
"Maaf soal yang tadi. Karena telah memukulmu dengan keras" kata Kogoro
"Tidak apa-apa..Aku perlu berterimakasih pada paman. Karena aku tak bisa memukul diriku dengan sekeras itu"
"Tapi, apa yang sebenarnya terjadi? Dia (kidnapper) bisa membuat seseorang menghilang dengan begitu mudah. Apakah pelakunya itu orang gila?" tanya Kogoro
"Dia hanya manusia biasa dengan kegelapan yang begitu dalam di hatinya. Aku tadi mendapat panggilan darinya, dia berkata padaku bahwa dia memasang bom ditempat Ran disembunyikan. Batas waktunya adalah... tengah malam nanti" kata Shinichi
"Apa?"
"Kita harus bisa menemukannya, tak peduli apapun yang terjadi!!" kata Shinichi


"Tapi.... kita tidak tahu bagaimana dia bisa hilang, dan kita juga tidak tahu siapa pelakunya. Bagaimana kita bisa menemukan Ran?. Kita juga tidak punya titik terang, Sesuatu yang hanya ditemukan polisi adalah sebuah tinta merah aneh di pegangan pintu." kata Kogoro
"Tinta Merah ? Setelah lampu nyala kembali, aku segera berlari ke pintu itu untuk menemukan Ran. Aku tidak ingat ada tinta merah di pegangan pintu itu" Kata Shinichi
"Berarti itu (tinta merah) ada disana setelah kau pergi meninggalkan ruangan ini. Mungkin saja dari tangan siswa lain. Berarti itu tidak bisa dijadikan titik terang. Kupikir, Kita telah membagi penjagaan yang ketat di delapan bagian gedung ini" kata Kogoro.
"Tidak.... Ada petunjuknya.." kata Shinichi sambil berpikir
"Apa itu?" tanya Kogoro
"Ingat? Apa yang dikatakan Minamida-san dan Mai-san?, salah satu dari mereka mengatakan tidak benar"
"Apa? Matilah jika kau harus mengingat kata-kata itu!!!" bentak Kogoro

            Shinichi memejamkan mata dan diam sejenak, dan mencoba mengingat kata-kata yang diucapkan Minamida-san dan Nishida (Mai)-sensei.

Flashback:
"Seorang siswa hilang?" tanya Nishida
"Aku dengar dari mereka ada yang hilang, padahal itu ruangan tertutup kan?" tanya Minamida
"Lalu bagaimana dia bisa diambil?"
"Apakah polisi............"
End of Flashback

"Sial... apa itu!!! Apa yang terasa janggal dari perkataan mereka?" Shinichi mengeluh pada dirinya sendiri
"Aku tahu.. pelakunya tidak mungkin Mai-san" kata Kogoro
"Mengapa kau berkesimpulan seperti itu?" tanya Shinichi
"Dia selalu bersamaku dalam kurun waktu penculikan Ran"
"Selalu? Apa kamu yakin?" tanya Shinichi
"Salah satu yang mencurigakan adalah kapten kapal yang bernama Azuma dan pria yang bernama Minamida"
"Alasannya?" tanya Shinichi
"Minamida pergi ke suatu tempat tepat sebelum lampu mati untuk melakukan panggilan. Kapten Azuma malah belum kembali sejak dia pergi ke toilet" kata Kogoro
 Shinichi tertegun mendengar hal itu.
"Itu dia!!! Pelakunya adalah Azuma. Pasti dia juga yang telah menculik Sonoko" kata Kogoro dengan yakin
"Tapi... Azuma selalu memegang stir saat di kapal" kata Shinichi yang masih ragu-ragu mendengar analisis Kogoro.
"Bwohahahahaahaaa.. kau masih muda. Aku beritahu.. auto-pilot. Membiarkan kapal mengemudi dengan sendirinya. Menciptakan alibi untuk dirinya sendiri, Azuma pergi untuk menculik Sonoko" kata Kogoro panajng-lebar.
"Lalu.. bagaimana dia bisa menculik Ran?" tanya Shinichi
"Semua yang harus kau lakukan hanyalah menangkap pria itu, dan kita akan tahu. Kita tidak punya waktu. Ayo!!" kata Kogoro sambil berlari.


Kogoro dan Shinichi pergi ke apartemen Azuma. Kogoro bertingkah bagai mata-mata. Kogoro membuka pintu apartemen Azuma yang tidak terkunci.
"Ayo kita masuk" kata Kogoro pada Shinichi.

           Melihat pintu yang tidak terkunci, Kogoro dan Shinichi segera berlari ke dalam kamar. Mereka sangat terkejut ketika melihat Azuma telah tewas gantung diri.
"Apakah dia..." bisik Kogoro

             Kogoro berlari menuju meja kecil di dekat Azuma gantung diri. Disana ia menemukan secarik kertas bertuliskan "I am Kidnaper".
"Aku tahu itu.. aku tahu dia pelakunya.. sial..!!! Jika dia mati kita tidak bisa menemukan tempat dimana dia menyembunyikan Ran " kata Kogoro dengan nada penuh penyesalan
            Sementara itu, Shinichi malah sibuk mengamati kondisi mayat dan kertas yang bertuliskan "I am Kidnaper" tanpa menghiraukan perkataan Kogoro. Di balik kertas itu, Shinichi menemukan tanda panah kecil.
"Hey... untuk apa kau duduk di situ saja? Bantu aku!!" bentak Kogoro yang sibuk bongkar-bongkar lemari Azuma.
"Aku heran.. apa arti tanda panah di kertas ini? Ini sedikit gelap, tapi sepertinya ini terlihat ditulis dari darah" kata Shinichi, Kogoro segera menghampiri Shinichi untuk melihat tanda panah tersebut. Ternyata darah itu, berasal dari jari telunjuk kapten Azuma. Melihat hal itu, Shinichi menyeringai, pertanda dia sudah menemukan titik terang dalam kasus itu.
"Paman.. dia bukan pelakunya" kata Shinichi
"Apa?"
"Dia dibunuh oleh pelaku yang sebenarnya"


"Tinggal satu jam lagi.. sial..!!!" gerutu Kogoro di dalam mobil.

            Tiba-tiba HP Kogoro berbunyi. Ternyata yang menelponnya adalah Shinichi. Dia memberitahu Kogoro 5 lokasi yang mungkin digunakan pelaku untuk menyembunyikan Ran dan Sonoko. Shinichi memutuskan agar mereka (dia dan Kogoro) berpencar. Kogoro mencoba sekali lagi untuk meminta bantuan kepada chief Tamagawa, namun chief Tamagawa tidak mau dan tidak memberi izin pada Kogoro. Akhirnya Kogoro memutuskan untuk bertindak sendiri. Kogoro segera memacu kendaraannya ke tempat-tempat yang disebutkan Shinichi, sementara Shinichi harus berlari-lari ke tempat-tempat itu. (kasian..kasian..kasian..)

"Ran..!!! Sonoko..!!!" teriak Shinichi sambil berlari menyusuri gudang-gudang.

Mendadak Shinichi berhenti berlari, dia merasakan aura kegelapan penuh kebencian ... –intinya, Shinichi merasakan kedatangan kidnapper di belakangnya-
"Itu kau, kan? Nishida Mai-san" kata Shinichi tanpa menoleh ke belakang
Dengan santai, nishida menjawab "wah.. kebetulan sekali. Apa yang kau lakukan disini?"
"Apakah kau kembali kesini untuk mengecek? Apakah berpindah atau tidak? Bom yang telah kau pasang?" tanya Shinichi
"Bom?Apa yang kau maksud?" tanya Nishida-sensei tanpa rasa bersalah
"Hentikan actingmu itu. Aku ingin kau mengembalikan Sonoko dan Ran kepadaku" kata Shinichi
Tapi nishida masih belum berhenti ber-acting "Bukankah kau yang aneh? Bicara begitu seperti aku pelakunya saja"

"Itulah yang mengganggu pikiranku, baru saja setelah penculikan kedua. Kata-kata yang kau ucapkan adalah 'lalu, bagaimana dia (she) bisa diculik?'. Dari kata-kata itu, aku menyimpulkan : bagaimana kau tahu orang yang diculik adalah seorang murid perempuan? Polisi pun tak curiga dengan perkataanmu" kata Shinichi
"Tidak ada sebab-sebab apapun aku mengatakan hal itu" bantah Nishida
"Tidak.. pasti ada alasannya. Karena.. kau adalah pelakunya"
'"Kalau begitu jelaskan padaku. Bagaimana aku bisa menculik 2 orang itu" tantang Nishida

"Baiklah, aku akan menjelaskannya. Pertama : pada saat penculikan yang pertama, kau pergi kebelakang dek kapal, dan mengikat karung disana. Dan kau menaruh alat yang nanti akan meledak pada waktunya. Sehingga membuat peristiwa penculikan itu seolah-olah dari orang luar. Kau emmbuat ruangan (tempat Sonoko diculik) terlihat seperti ada orang yang bersembunyi di dalamnya. Untuk membuat situasi agar Sonoko terlihat melompat ke air, kau mencuri sebuah jaket keselamatan. Kemudian, meletakkan baju yang basah dan tangki oksigen bersamaan dengan jaket keselamatan. Kau telah menyelesaikan trik pertamamu"

"Kemudian, di hari H. Kau memberikan obat tidur pada Sonoko yang menderita 'mabuk laut'. Lalu kau memasuki kembali ruangan itu dengan kunci duplikat yang telah kau buat sebelumnya, dan menyembunyikan Sonoko yang telah tertidur di suatu tempat. Kau hanya mengambil bando Sonoko, dan dengan alat yang kaubuat. Ketika pikiran semua orang saat itu tertuju pada suara air, kau membuangnya ke dalam danau.Dengan begitu, kau membuat seolah-olah Sonoko jatuh kedalam air"

"Tunggu dulu... Setelah itu kita berpencar untuk mencarinya di seluruh kapal. Tapi Sonoko-san tidak ditemukan di kapal itu." Kata Nishida-sensei
"Sebenarnya dia ada disana, hanya saja kita tidak bisa menemukannya. Karena sebuah trik yang sederhana. " kata Shinichi
"Trik?" tanya Nishida-sensei
"Sebuah cermin. Saat itu, sebenarnya Sonoko berada di closet room (yang di postingan saya sebelumnya, saya kira semacam gudang) diseberang ruangan itu (rest room). Metode ini, biasanya digunakan pesulap. Dengan cara menggunakan cermin refleksi yang kau letakkan di dalam kotak (seperti peti), kau membuatnya seperti tak ada orang di dalamnya. Sebuah trik yang sederhana. Setelah polisi pergi, kau memindahkan cermin itu dan 'menculik' Sonoko. Aku menemukan ini.. pecahan kaca yang tertinggal pada kotak itu" kata Shinichi panjang-lebaaaaaarrr.

"Semua orang bisa melakukan hal itu. Disamping itu, pada saat penculikan yang kedua, aku berada diluar hotel, dan aku berada disamping Kogoro Mouri." Kata nishida-sensei
"Dilihat dengan sekilas. Sepertinya memang mustahil kau menculik Ran. Tapi.. jika kau gunakan metode itu, akan lebih mudah bukan?" tanya Shinichi. Nishida hanya menatap Shinichi dengan tajam




"Dengan menggunakan cara kejam itu... Ran tidak diculik, dia pergi dengan sendirinya. Mungkin kau memberinya semacam surat ancaman dan kunci duplikat aula. Setelah itu, mungkin kau membuatnya berpakaian seperti staf hotel dan memberinya instruksi untuk datang kemari kan? Ran yang mempunyai rasa keadilan tinggi, tak mungkin bercerita pada seorangpun masalahnya. Semuanya dia pendam sendirian. Kau menggunakan persahabatan mereka berdua untuk melakukan aksi kejahatanmu. Dasar rendahan!!" teriak Shinichi.
"Ya.. kau benar. Azuma memang rendahan. Azuma baru saja bunuh diri kan? Beritanya sekarang pasti sedang ditayangkan." kata Nishida-sensei
"Bunuh diri? Apakah Azuma-san adalah pelakunya?" tanya Shinichi (pura-pura kaget dan panik)
"Bukti-buktinya sudah didapat (yang dimaksud adalah tulisan I AM KIDNAPER) . Jadi tidak ada kesalahan. Kau kalah" kata Nishida-sensei dengan nada penuh kemenangan, karena (menurutnya) dia telah berhasil menipu Shinichi.

 Tapi Shinichi menunjukkan seringaian khasnya, "kaulah yang kalah. Bagaimana kau tahu Azuma menulis pengakuannya?"
"Aku melihatnya di berita" bantah Nishida-sensei  "Tidak mungkin.. karena, aku membawanya. Sebelum polisi mengetahuinya" kata Shinichi sambil mengeluarkan sebuah kertas dari sakunya yang bertuliskan : I AM KIDNAPER.

            Nishida terlihat sedikit shock "seperti yang aku duga, di berita itu dikatakan jika Azuma bunuh diri, jadi aku menyimpulkan bahwa kemungkinan besar ada pengakuannya sebelum mati."
"Kau benar-benar tak bisa berhenti baralasan, ya?" tanya Shinichi
"Pengakuan ini ditulis Azuma secara terpaksa, setelah dia diancam oleh pelaku sebenarnya. Sebagai buktinya, tulisan kidnapper yang ditulis di surat tantanganku adalah : K-I-D-N-A-P-P-E-R, sedangkan yang ditulis Azuma adalah : K-I-D-N-A-P-E-R. Semuanya memang benar, tapi secara normal, seseorang biasanya tidak menggunakan 2 ejaan yang berbeda. Dan yang membuktikan bahwa kau adalah pelaku sebenarnya ialah sebuah pesan tersembunyi yang ditulis Azuma-san di sini." Kata Shinichi sambil membalikkan kertas pengakuan Azuma, terdapat tanda panah kecil di kertas itu.

"Jadi.. apa artinya?" tanya Nishida-sensei

 Shinichi hanya tersenyum, lalu dia mengarahkan kertas itu di dekat lampu. Sehingga dari balik kertas itu menjadi bertuliskan : KIDNAPER → MA I. Nishida-sensei tersentak.
"Pelakunya adalah kau.. Mai" kata Shinichi.
            Sejenak Nishida diam terpaku sambil memandang tajam kearah Shinichi. Namun kemudian, dia tertawa.
'Semenjak kau datang kesini, kau pasti sudah mengetahuinya kan? Mengapa aku mengirim surat tantangan itu kepadamu?" tanya Nishida sinis.
"Kau adalah pacar dari lelaki yang telah aku tangkap di bar kan? Lelaki yang melarikan uang perusahaan. Lalu dia membantu para kriminal, setelah dia terpojokkan dengan hutangnya kan?" kata Shinichi
"Dan dia meninggal di penjara" Nishida meneruskan
"Tidak ada waktu lagi, dimana kau sembunyikan Ran?" desak Shinichi.

Tiba-tiba Nishida menodongkan pistolnya. "Meskipun kau melakukan hal itu, kau tidak bisa mendapatkannya kembali" kata Shinichi. Tapi Nishida sudah tidak mau diajak kompromi, hatinya telah dipenuhi kegelapan. (lebay mode : on). Akhirnya Nishida membawa Shinichi ketempat Ran disembunyikan. Shinichi segera menghampiri Ran yang sedang pingsan. Setelah mereka saling curhat (kalau saya tulis kepanjangan) Ran pingsan lagi.

            Sementara itu, nishida telah mengunci ruangan dari dalam, dan menembak kunci ruangan tersebut agar mereka tak bisa lari. Untung saja, ketika terdengar suara tembakan. Kogoro sedang berada di dekat tempat itu. Dia segera menghampiri asal suara tembakan.

Di dalam ruangan :
Nishida berniat untuk membunuh Ran dan Shinichi. Tapi Shinichi meminta Nishida agar dia saja yang dibunuh. Sedangkan Ran supaya tetap hidup. Tapi Nishida menolak.
"Kau juga penting baginya, itulah mengapa, jika hanya membunuhmu, itu akan membuat hal ini semakin rumit. Jika aku membiarkannya hidup, yang bisa dia lakukan hanyalah menjalani kehidupannya yang tersisa seperti zombie. Seperti yang aku rasakan sekarang ini" kata Nishida
"Ran tidak selemah itu" kata Shinichi
"Apakah kau yakin? Jika kau menghilang kemudian dia akan.......... kalian berdua tidak dapat dipisahkan, tak peduli apapun yang terjadi.." kata Nishida..

            Di luar, Kogoro memanggil Shinichi. Dia menemukan bola di luar gudang, dan berniat untuk memberikannya pada Shinichi. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya bola itu bisa masuk ke dalam ruangan. Shinichi menggunakan bola itu untuk me-loop Nishida, sehingga pistol yang dia bawa terjatuh. Nishida menangis kesal, dia telah kalah.

Shinichi berusaha untuk menghentikan bomnya. Tapi ternyata bom itu telah di-set agar tidak dapat berhenti. Akhirnya, Shinichi melemparkan bom itu kearah jendela langit-langit, dan memantulkannya dengan bola. Bom itu meledak di udara. Shinichi dan Ran selamat. Nishida-sensei ditahan oleh polisi. Ran segera dilarikan ke rumah sakit, ditemani Shinichi dan Kogoro.

"Terima kasih.. kau telah menyelamatkan Ran" kata Kogoro
"Tidak masalah... untuk berterima kasih pada asistenmu ini" kata Shinichi merendah. Kemudian mereka berdua tertawa bersama...

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Setelah kejadian itu, Kogoro dan Shinichi kena marah chief Tamagawa. Tapi mereka senang, karena berkat kerjasama mereka, semuanya selamat.

            Beberapa minggu kemudian kaki Ran telah sembuh, dan dia bisa mengikuti turnamen karate. Karena Ran memenangkan turnamen tersebut, Shinichi mau tak mau harus pergi ke Tropical Land. Tanpa tahu, di tempat itulah kehidupannya akan berubah.

Thanks To :
http://d-evenstar.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar