BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Senin, 30 Agustus 2010

Sinopsis He's Beautiful 10



EPISODE 10

He-yi mendesak Mi-nam untuk mengaku siapa laki-laki yang ia sukai. Mi-nam tidak bisa bicara apa-apa terlebih lagi saat He-yi menebak kalau Mi-nam menyukai Tae-kyung. Mi-nam hanya bisa diam, kaget dan ketakutan. Tae-kyung, Shin-woo dan Jeremy datang dan melihat mereka dari jauh. He-yi tanya lagi apakah Mi-nam mencintai Tae-kyung. Mi-nam benar-benar tidak bisa bilang apa-apa. He-yi mengancam akan memberitahu Tae-kyung. Mi-nam terjatuh di kaki He-yi dan tangannya menggenggam tangan He-yi agar ia tak pergi mendekati Tae-kyung. Tae-kyung dan yang lain mendekati mereka. He-yi mau menghampiri mereka tapi dicegah Mi-nam dengan tatapan memohon dan ketakutan. He-yi Jongkok menghampiri Mi-nam dan mengancamnya lagi. He-yi pura-pura panik memanggil Tae-kyung. Tae-kyung dan yang lainnya datang. Mi-nam ketakutan sekali hingga tubuhnya bergetar. He-yi berkata kalau Mi-nam sepertinya sakit (heh gak jadi dibongkar). Tae-kyung dan yang lainnya jadi khawatir. Tae-kyung membantu Mi-nam berdiri. He-yi memberi tanda agar Mi-nam diam. Presiden Ahn datang, Shin-woo berakata kalau Mi-nam sedang sakit. Mi-nam terus gemetaran sambil melirik He-yi. Tae-kyung melihatnya dan berpikir ada sesuatu (seperti tau kalau ada yang tidak beres). President Ahn mengantar Mi-nam pulang untuk istirahat.

Saat mengantar Mi-nam pulang, President Ahn juga mengantar He-yi pulang. Mi-nam duduk bersebelahan dengan He-yi di belakang sehingga membuat Mi-nam masih ketakutan. President Ahn khawatir dengan keadaan Mi-nam dan menawarkan mengantar Mi-nam ke rumah sakit, tapi Mi-nam menolaknya. He-yi berkata Mi-nam cukup istirahat sebentar saja pasti akan baik lagi. President Ahn berterima kasih pada He-yi karena telah mengkhawatirkan Mi-nam. He-yi berkata Mi-nam adalah teman Tae-kyung jadi dia juga harus khawatir. He-yi lalu tanya apakah kalau Mi-nam tidak ada akan berpengaruh pada president Ahn dan A.N.Jell. President Ahn membenarkannya dan meminta Mi-nam menjaga kesehatannya karena setelah Mi-nam resmi menjadi anggota A.N.Jell, ia akan memiliki banyak tanggung jawab. He-yi berkata pada Mi-nam “Kau dengarkan, kau harus melakukan pekerjaanmu dengan benar jangan sampai menghancurkan kak Tae-kyung. Dan tidak boleh memberitahukan rahasia diantara kita kepada orang lain. Jika tidak aku juga tidak akan diam. Mengerti!” (Huwa diancam lagi). Mi-nam mengangguk, president Ahn tanya rahasia apa. He-yi berkata rahasia yang akan mengejutkan banyak orang. He-yi lalu minta turun.

Di studio acara pemotretan telah selesai. Tae-yung melihat staff membereskan lemon yang masih tersisa. Tae-kyung yang khawatir dengan Mi-nam meminta beberapa lemon dari staff itu. Staff itu kaget karena Tae-kyung masih mau makan lemon setelah seharian memakannya. Tapi Tae-kyung tak menanggapinya dan langsung pergi. Shin-woo datang dengan ramah meminta lemon dari staff yang sama lalu pergi. Staff itu bingung melihatnya. Jeremy juga menghampiri staff itu dan meminta lemon. Staff itu tambah bingung. Jeremy berkata kalau Mi-nam sedang sakit jadi dia akan membuatkan minuman lemon untuknya. Dalam perjalan pulang Stylish Wang mencium bau lemon di mobil. Ia tanya pada anak-anak A.N.Jell apa mereka membawa lemon. Shin-woo dan Jeremy hanya senyum-senyum. Tae-kyung tampak khawatir dan terus memegang lemonnya.

Setelah sampai di mess, Mi-nam menangis dikamarnya karena ketakutan jika identitasnya ketahuan maka A.N.Jell akan hancur.


Bibi MI-ja menenui Mo Hwa-ran. Mo Hwa-ran bertanya dimana anak-anak Go Jae-hyun. Bibi Mi-ja mengatakan bahwa anak-anak itu setelah ayahnya meninggal dititipkan di panti asuhan dan mungkin sekarang sudah diadopsi orang lain. Mo Hwa-ran tampak kecewa. Bibi Mi-ja berkata jika masalah uang (royalti) Mo Hwa-ran bisa mendisusikannya dengannya. Mo Hwa-ran tidak memperdulikannya dan masih berpikir tentang anak-anak Go Jae-hyun.

Kembali ke mess. Mi-nam memandangi foto keluarganya di kamar Tae-kyung dan bergumam ”Kakak, aku begitu ketakutan. Bagaimana jika ia terluka gara-gara aku?”. Mi-nam menoleh ke foto Tae-kyung dan bergumam ”Aku masih belum pantas menyukainya”. Kemudian menoleh lagi memandangi boneka kelinci babinya dan bergumam ”Aku tidak mau menghancurkan masa depannya. Tidak boleh menghancurkannya”.

Anggota A.N.Jell telah sampai di mess. Mereka langsung mencari Mi-nam dan menemukannya sedang beristirahat di kamarnya. Tae-kyung tanya bagaimana keadaan Mi-nam. Shin-woo mengecek keadaan Mi-nam dan berkata kalau Mi-nam masih demam. Shin-woo tanya apa Mi-nam sudah minum obat. Mi-nam berkata sudah, dan ia hanya perlu istirahat sebentar saja. Tae-kyung berpura-pura tak peduli dan malah memarahi Mi-nam karena pemotretan hari itu kacau balau. Mi-nam minta maaf dan Tae-kyung segera pergi. Jeremy berkata pada Mi-nam agar tak memperdulikan perkataan Tae-kyung tadi karena hari itu pemotretan berjalan lancar. Mi-nam sudah terlanjur sedih dan Shin-woo mengetahui itu.


Tae-kyung di kamarnya ngomel-ngomel. Ia heran kenapa Mi-nam begitu tenang menghadapinya. ”Apakah sudah terbiasa diganggu olehku? Atau sakit sampai tak bisa melawan? Kalau kau tidak semangat aku tak bisa menggangggumu lagi” kata Tae-kyung sambil melihat boneka kelinci babi. Tae-kyung kemudian ingat dengan lemon yang ia bawa, ia bingung harus mengolahnya bagaimana agar Mi-nam tidak merasa asam saat memakannya.


Tae-kyung turun kedapur dan melihat teman-teman juga sedang sibuk menyiapakan minuman lemon untuk Mi-nam. Tae-kyung memandangi lemonnya dan merasa bodoh karenanya. Jeremy melihat Tae-kyung menggenggam lemon.
”Kakak kau juga mengambil Lemon!” teriak Jeremy.
”Benar, kenapa?” kata Tae-kyung yang kemudian memakan lemonnya sendiri.
”Kau ingin memakannya sendiri?” tanya Jeremy lagi.
“Benar, kenapa?” kata Tae-kyung lagi.
”Apakah tidak asam sudah memakan banyak tadi” kata Shin-woo.
”Rasa lumayan enak” kata Tae-kyung sambil memakan lemon itu dan meringis karena keasaman.
Shin-woo dan Jeremy tertawa karena tahu Tae-kyung berbohong. Tae-kyung pura-pura tidak apa-apa. Jeremy mendekatinya dan menyerahan lemon-lemon yang ia bawa. Tae-kyung pura-pura menerima dengan senang hati dan pergi dari sana.


Sampai dikamar ia ngomel-ngomel lagi karena giginya terasa aneh setelah makan banyak lemon. Ia lelu memandang boneka kelinci babinya lagi dan bergumam “Go Mi-nam semua orang sudah berusaha menjagamu. Jadi aku tak perlu unjuk gigi lagi”. Tae-kyung kemudian menyerahan lemon pada boneka itu dan bilang kalau lemon itu sedikit asam.

Shin-woo datang ke amar Mi-nam membawa teh lemon, tapi sayang Mi-nam sudah tertidur. Shin-woo kecewa karena nanti teh itu pasti sudah dingin saat Mi-nam bangun, tapi Shin-woo membesarkan hatinya dan berkata “Tidak apa nanti tinggal dipanaskan lagi saja”. Mi-nam terlihat kesakitan dalam tidurnya, Shin-woo segera menghampirinya. “Mi-nam jangan sakit kalau begini aku tidak bisa tinggal diam” kata Shin-woo.


Tae-kyung tak bisa tidur. Ia turun ke dapur mengambil minum di lemari es, tapi ia melihat lemon dan jadi kesal karena berpikir mungkin gara-gara lemon itu ia tidak bisa tidur. Tae-kyung lalu berpikir tentang Mi-nam apakah ia sudah sembuh setelah makan lemon sehingga begitu tenang tidak ada suaranya. Tae-kyung menutup lemari es dan terkejut melihat Mi-nam berdiri di belakangnya. Mi-nam tampak seperti mayat hidup. Tae-kyung memarahinya karena membuatnya kaget, tapi Mi-nam hanya berdiri sambil menggigil. Tae-yung jadi khawatir dan tanya apa yang dilakukan Mi-nam di sana. Mi-nam berkata kalau ia ingin ambil air minum. Setelah bicara itu Mi-nam hampir jatuh pingsan dan Tae-kyung refleks menahannya. Tae-kyung sangat khawatir, ia lalu melarikan Mi-nam kerumah sakit.


Diperjalanan Mi-nam terlihat sangat kesakitan, Tae-kyung kesal karena ia terlambat mengetahui kesehatan Mi-nam bertambah buruk. Tae-kyung menyalahan teman-temannya karena tidak memberitahunya lebih awal (huwa oppa kamu perhatian sekali).


Tae-kyung telah sampai di depan pintu ruang gawat darurat. Dia keluar dan membuka pintu Mi-nam. Tae-kyung mencoba membangunkan Mi-nam dan tanya apa Mi-nam bisa berjalan masuk kedalam sendiri, jika tidak ia akan menggendongnya. Tae-kyung mencoba memapah Mi-nam keluar. Mi-nam setengah sadar tanya dimana mereka. Tae-kyung berkata mereka ada dirumah sakit. Mi-nam segera menolak dibawa masuk. Tae-kyung memaksa karena panas Mi-nam tinggi sekali. Mi-nam tetap menolak dan berkata jika ia pergi maka semua akan terbongkar. Mi-nam berjalan pergi menjahui rumah sakit. Tae-kyung mencegahnya. Mi-nam tetap ingin pergi. Tae-kyung kesal. Mi-nam tidak menghiraukannya. Tae-kyung menariknya kembali dan berkata kalau ia yang akan bertanggung jawab. Mi-nam semakin sedih, ia tanya dengan kesal apa Tae-kyung benar-benar tidak takut semuanya ketahuan. Mi-nam berkata kalau ia benar-benar ketakutan. Tae-kyung berkata kalau sekarang bukan waktunya mengkhawatirkannya lagi pula ia tidak takut apa-apa dan sudah siap menghadapinya sejak ia berjanji membantu menutupinya. Tae-kyung berkata lagi kalau ia akan bertanggung jawab saat Mi-nam dirumah sakit. Mi-nam tetap menolak di rawat dirumah sakit. Tae-kyung berteriak kesal memarahi Mi-nam yang keras kepala. Mi-nam berkata ia bisa bertahan, ia hanya minta diantar pulang saja. Tae-yung kesal karena tidak bisa menolaknya.



Tae-kyung dan Mi-nam kembali ke mobil. Mi-nam terus memandang keluar dengan sedih. Tae-yung yang walaupun kesal tetap perhatian dengan Mi-nam. Ia memasangkan sabuk pengaman Mi-nam dan memberikan jaketnya untuk Mi-nam (oh... so sweet..oppa aku jg mau diperhatiin kayak gitu.. wkwk). Tae-kyung kemudian bergumam ”Go Mi-nam, kau mau bagaimana tidak usah menahannya lagi” (iya.. ungkapin aja perasaan lo pasti diterima kok).

Sampai di mess, Tae-kyung segera menyiapkan alat-alat kompres di dapur. Shin-woo datang dan tanya ada apa. Tae-kyung berkata kalau Mi-nam sakit parah. Shin-woo kaget mendengarnya dan mau segera menemuinya, tapi dicegah Tae-kyung. Tae-kyung berkata agar Shin-woo tak usah ikut campur kali ini dan membiarkannya saja yang menjaga Mi-nam (Maksud Tae-kyung biar Shin-woo gak tau kalau Mi-nam sebenarnya wanita). Shin-woo mengepalkan tangannya menahan kesal. Tae-kyung berkata jika keadaan Mi-nam sudah membaik ia akan memberitahunya, Shin-woo cukup kembali kekamar saja. Tae-kyung pergi membawa peralatan kompres, Shin-woo hanya melihatnya saja sambil menahan kesal karena tidak mengetahui lebih dulu keadaan Mi-nam.


Tae-kyung merawat Mi-nam dan terus berada disisinya hingga panas Mi-nam turun (sampai pagi lo! Jam 5). Mi-nam terbangun dan ingin mengatakan sesuatu. Tae-kyung menebak Mi-nam pasti ingin bilang terimakasih dan maaf kepadanya. Mi-nam menggangguk lemah, Tae-kyung berkata tidak apa-apa. Mi-nam jadi semakin tak enak. Tae-yung mengecek kesadaran Mi-nam dengan menunjukan tangannya dan tanya ada berapa. Mi-nam menjawab itu telapak tangan, tapi Tae-kyung berkata itu lima (yah dulu dijawab 5 salah yang benar telapak tangan sekarang dijawab telapak tangan juga salah yang benar 5.. gimana sih oppa). Tae-kyung kemudian memerintah Mi-nam agar mulai sekarang Mi-nam harus mendengarkan perkataannya. Tae-kyung lalu berkata melihat kesungguhan Mi-nam berusaha menutupi identitasnya, ia akhirnya mengakui kalau ia sudah menerima Mi-nam menjadi anggota A.N.Jell dan juga sebagai seorang wanita sehingga mulai saat itu Mi-nam juga berada dibawah tanggung jawabnya dan berhak untuk melindunginya. Tae-kyung meminta Mi-nam juga bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Mi-nam minta maaf dan berjanji akan berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Tae-kyung meminta Mi-nam tidak berbuat sembarangan dan memintanya bertanya kepadanya jika ia tak tau apa-apa. Tae-kyung kemudian menyuruh Mi-nam istirahat lagi, karena ia juga perlu istirahat. ”Tidak boleh diteruskan lagi sebelum semuanya ketahuan... Go Mi-nam harus lenyap” Gumam Mi-nam sambil menggenggam erat selimutnya setelah Tae-kyung pergi.


”Sekarang sudah baikkan kah?“ gumam Shin-woo saat mengetahui Tae-kyung keluar dari kamar Mi-nam. Shin-woo ternyata terus menunggu sambil sembunyi di luar. Setelah memastikan Tae-kyung masuk kamarnya, Shin-woo berbalik dan memandangi pintu kamar Mi-nam sambil bergumam ”Sekarang biarkan aku begini sampai aku sudah lebih tenang” (kasihan ya shin-woo...).


Keesokkan harinya Manager Ma sedang makan dengan stylish Wang. Ia senang sekali karena sekarang pernak-pernik Mi-nam telah keluar dan menjadi yang terpopuler. Manager Ma lalu berkata sekarang ia sedang merencanakan membuat cerita legenda tentang Mi-nam seperti anggota A.N.Jell lainnya. Stylish Wang mengerti dan tanya cerita apa yang mau dipakai. Manager Ma berkata mungkin cerita legenda sepert Bruce lee. Stylish Wang menolak karea anak jaman sekarang tidak ada yang mengenal Bruce lee. Manager Ma lalu berkata jika Jeremy dengan legenda pernah menari dengan putri Inggis, maka Mi-nam pernah menari dengan putri India. Stylish Wang menolak lagi karena di India tidak ada kerajaan lagi. Manager Ma bingung kehabisan ide, tapi kemudian ia berkata ada satu lagi legenda yakni menggunkan kemisteriusan ibu Mi-nam. Dalam bayangannya ibu Mi-nam adalah seorang wanita bangsawan Korea yang rela mengorbankan dirinya untuk anaknya (ini niru film apa ya???? Perasaan musik yang mengiringinya pernah dengar deh). Stylish Wang tentu saja menolaknya, ia mengganggap manager Ma kekanak-kanakan. Stylish Wang lalu tanya apa manager Ma tau kalau Mi-nam kemarin sakit. Manager Ma kaget, ia berkata kalau seharian kemarin ia sibuk menyiapkan pernak – pernik itu.




Sementara itu Tae-yung pergi ke pusat perbelanjaan. Ia ingin membelikan Mi-nam baju wanita, supaya bisa dipakai saat kabur. Ia melihat manekin wanita yang mengenakan baju seksi, Tae-yung membayangkan Mi-nam memakainya. ”Wanita seperti ini biasa saja” gumam Tae-kyung. Ia lalu berbalik dan melihat manekin berbaju lolipop (ah.. aku g tau mode.. mian ya kalau salah) dan coba membayangkannya lagi. ”Ini juga bukan tipe yang aku suka” gumam Tae-kyung. Tae-kyung berbalik lagi dan melihat sebuah pakaian kasik, ia bergumam ”Yang ini tidak buruk”. Tae-kyung kembali membayangkan Mi-nam. ”Sudah pasti. Aku suka dia berpakain seperti itu. Buat apa aku suka atau tidak lagipula hanya dipakai untuk kabur saja” gumam Tae-kyung. Tae-kyung kemudian masuk dan membeli baju itu. Penjaga toko ternyata adalah penggemar Tae-kyung dan He-yi. Ia minta Tae-kyung bicara pada He-yi agar mengenakan baju-baju dari toko itu karena selama ini ia selalu menolak mengenakan hadiah dari toko itu. ”Mungkin dia punya gaya sendiri” kata Tae-kyung cuek dan pergi dari sana.




He-yi mencoba menelpon Tae-kyung tapi tak diangkat. Manager He-yi datang dan menyerahkan bingkisan dari toko perhiasaan untuk He-yi dan Tae-kyung. He-yi dengan ogah-ogahan melihatnya. He-yi bergumam bukankah itu cincin yang digunakan waktu syuting pernikahan watu itu. He-yi membayangkan ejadian waktu itu dan bergumam kalau Tae-kyung pasti akan menolaknya (Enak ya jadi artis dapat gratisan mulu). He-yi memakai cincin itu dan berdoa aga bisa memakainya bersama dengan Tae-kyung. Ia mengambil cincin yang satunya dan memakainya. Ia jadi kesal saat mengingat Tae-kyung rela mengambilkan penjepit rabut Mi-nam. He-yi lalu jadi jahat dan ingin mengungkapkan isentitas Mi-nam segera.

Di mess Jeremy mengajak Mi-nam keluar untuk menghirup udara segar. Jeremy juga membuatan minuman lemon untuk Mi-nam. Shin-woo datang membawakan selimut untuk Mi-nam. He-yi datang dan melihat perhatian kedua orang itu. Kedua orang itu terlihat tidak senang dan khawatir kalau Mi-nam di sakiti lagi. He-yi berkata kalau ia datang untuk menjenguk Mi-nam. Mereka berempat masuk. Mi-nam dipapah Jeremy dan Shin-woo. He-yi sendirian, ia tanya dimana Tae-yung. Shin-woo berbalik dan bilang kalau Tae-kyung pergi. Shin-woo tanya apa He-yi tidak menelepon Tae-kyung dulu sebelum datang. He-yi berkata kalau ia datang khusus untuk menjenguk Mi-nam. He-yi meminta Shin-woo membantunya mengambil buah yang ia bawa di mobil. Shin-woo tepaksa menurutinya, sebelum pergi ia melirik Mi-nam karena merasa khawatir. He-yi lalu meminta minuman pada Jeremy. Jeremy terpaksa pergi mengambilkannya. Jeremy sebelum pergi juga meirik Mi-nam. Mereka khawatir meninggalkan Mi-nam berdua dengan He-yi. He-yi lalu meminta Mi-nam mengantar kekamarnya. Mi-nam menggenggam lemon pemberian Jeremy dengan ketakutan.


Setelah sampai diamar Mi-nam, He-yi segera menekan Mi-nam.
“Aku kira kau akan melaraikan diri, ternyata kau masih di sini” kata He-yi.
“Au tidak akan lari begitu saja” kata Mi-nam.
“Ternyata kau punya keberanian juga. Apa karena orang-orang disampingmu begitu baik kepadamu makanya kau tak takut kalau mereka tahu? Aku akan mengatakan pada mereka sekarang dan semua itu akan berubah. Kau harus memohon kepadaku sekarang” kata Heyi.
”Aku akan memberitahu mereka semua. Aku akan memberitahu kak Shin-woo dan Jeremy sekarang. Walaupun aku tahu mereka tidak akan memaafkanku, tapi aku tak akan mundur” kata Mi-nam yakin.
”Benarkah, kau juga akan memberitahukan bahwa kau menyukai Tae-kyung?”
”Apakah aku harus mengatakannya juga?” kata Mi-nam kaget.
”Benar, kau ketahuan olehku karena ini. Karena tidak tahu diri menyukai kak Tae-kyung” kata He-yi.
Mi-nam berpikir sebentar dan berkata ”Baiklah, aku akan mengatakan hal itu juga”.
He-yi terlihat kesal dan berkata ”Baiklah, katakan saja semuanya. Setelah kak Tae-kyung pulang, suruh mereka berkumpul dan atakan semuanya. Aku akan menontonnya”.
He-yi menarik selimut Mi-nam dan berkata dengan kesal bahwa sudah cukup semua sampai disini. Ia juga memuul tangan Mi-nam hingga gelas yang ia pegang jatuh. Shin-woo datang setelah mendengar keributan. He-yi langsung berakting.
“Mi-nam kenapa aku bertingkah seperti ini hanya karena aku menyentuh barangmu” kata He-yi.
“Maafkan aku” kata Mi-nam sambil mau membersihkan pecahan gelas.
Shin-woo menawarkan bantuan, tapi Mi-nam menolak dan menyuruh Shin-woo membantunya mengambilkan sapu saja. Shin-woo pergi mengambil sapu, He-yi mengikutinya keluar.


“Mi-nam aneh” kata He-yi tiba-tiba sehingga menghentikan langkah Shin-woo.
“Sepertinya memnyembunyikan sesuatu. Apakah aku tidak boleh menyentuhnya?” kata He-yi lagi.
”Setiap orang tidak suka jika bendanya disentuh orang lain” kata Shin-woo membela Mi-nam. He-yi berpikir sebentar.
”Tapi reaksinya berlebihan, mungkin terhadapmu ia juga punya rahasia. Apakah kau tidak ingin tahu?” kata He-yi memancing.
”Aku tidak suka memaksa untuk mengetahui rahasia orang” kata Shin-woo.
”Tidak merasa penasaran?”
”Setiap orang punya masalah. Aku yakin dia punya alasan. Jika ia punya alasan aku tidak apa-apa” kata Shin-woo.
Shin-woo pergi, He-yi merasa aneh dan mulai berpikir jika Mi-nam mengatakan yang sebenarnya maka Shin-woo tidak akan marah. Lalu tiba-tiba Jeremy datang dan merasa khawatir terhadap Mi-nam. He-yi berkata tidak ada apa-apa hanya Mi-nam sedikit keterlaluan terhadapnya.
”Benarkah. Tolong maafkan dia, dia sedang sakit” kata Jeremy.
”Lalu jika Mi-nam melakukan sesuatu yang salah, kau akan membiarkannya?” kata He-yi.
”Dia tidak melakukan kesalahan kok” kata Jeremy.
He-yi mulai memancing lagi. “Kalau begitu bagaimana kalau ada masalah serius yang tidak kau ketahui”.
Jeremy berpikir sebentar dan bilang “Aku akan sabar karena aku sangat menyukainya. Aku menyukainya jadi tidak apa-apa” (rasain.. hehe).
He-yi keget mendengarnya, Jeremy menyerahkan minuman He-yi. Tapi tiba-tiba ia ingat Mi-nam yang ada masalah dan segera pergi menemuinya sambil membawa gelas minuman He-yi.

He-yi sendirian, ia bergumam “Jika semuanya tidak masalah. Apakah jika mereka tahu kalau Mi-nam wanita juga tidak apa-apa?”. He-yi jadi khawatir dan kesal. Tiba-tiba hpnya berbunyi. Ternyata itu dari butik tempat Tae-kyung membeli baju tadi, He-yi berkata kalau ia sudah bilang tidak mau memakai hadiah dari mereka dan mau menutup teleponnya. Tapi saat ia tau Tae-kyung membeli baju untuknya, ia jadi kaget dan heran Tae-kyung memlikannya baju. Shin-woo datang membawa sapu dan berkata kalau Tae-kyung sudah pulang. He-yi segera keluar.



He-yi melihat Tae-kyung membawa tas belanjaan dan semakin penasaran. Tae-yung kaget melihat He-yi di sana. He-yi dengan ramah berkata kalau ia sedang menjenguk Mi-nam. Tae-kyung tak percaya. He-yi berkata lagi kalau ia ingin melihat Tae-kyung. He-yi melirik tas yang dibawa Tae-kyung. Tae-kyung mengacuhkan He-yi dan masuk membawa Tas itu. ”Apakah untuk Mi-nam?” gumam He-yi sendiri. Ia lalu memanggil Tae-kyung dan berkata kalau ada barang untuknya.
”Apa?” kata Ta-kyung.
He-yi tersenyum memperlihatkan cincin yang ia pakai dan berkata ”Ini adalah cincin kita. Ini adalah bukti hubungan kita”.
”Ini untukmu” kata He-yi sambil menyerahkan salah satu cincinnya.
Tae-kyung mengambilnya dan melihatnya. Ia berkata kalau cincinya sangat bagus. Tapi Tae-kyung kemudian memasangkannya lagi ke tangan He-yi dan berkata kalau lebih bagus dipakai dua-duanya. Tae-kyung mau masuk tapi tak jadi. Dia berkata pada He-yi bahwa ia bukan kekasih He-yi.
”Aku juga bukan, aku hanya ingin orang lain melihatnya saja” kata He-yi.
”Tidak usah dilihat orang lain lagi” kata Tae-kyung kemudian pergi masuk.
”Benar-benar membuatku malu. Apakah dia juga akan menolak Go Mi-nam?” gumam He-yi sendiri.


Tae-kyung melihat semua orang berkumpul, ia meletakan tasnya di luar dan masuk menemui mereka. Jeremy berkata kalau Mi-nam ingin mengatakan sesuatu pada mereka semua. Semua orang menunggu Mi-nam.

Di depan He-yi berpikir bagaimana jika semua orang tidak keberatan kalau Mi-nam itu wanita. ”Bagaimana kalau kak Tae-kyung tahu Go Mi-nam menyukainya? Tidak.. tidak boleh katakan” gumam He-yi. Kemudian ia masuk kedalam mess lagi.


Tae-kyung tanya Mi-nam mau bicara apa sehingga mengumpulkan semua orang. Ia berpikir Mi-nam membuat masalah lagi. Mi-nam akhirnya bicara.
”Yang aku mau katakan adalah..”
Mi-nam berhenti, semua orang menunggu kelanjutannya. He-yi tiba dan melihat mereka berkumpul. ”Tidak boleh harus menahannya” pikir He-yi.
Mi-nam mulai mau bicara lagi, He-yi langsung berakting mual. Semua orang menoleh melihat He-yi.
”Kakak, aku mau katakan sesuatu padamu” kata He-yi memelas dan terus berakting mual. Semua orang semakin kaget.
”Kalau muntah berarti hamil. Itu berarti..” kata Jeremy.
”Apa yang kau lakukan?” teriak Tae-kyung kesal pada He-yi.
”Maafkan aku kakak” kata He-yi lagi sambil pura-pura mau muntah dan berlari ke toilet.
”Kau harus menjaganya” kata Jeremy pada Tae-kyung dan berbarengan dengan Shin-woo yang menyuruh hal yang sama. Tae-kyung menoleh kesal melihat mereka.
”Dia sudah mau muntah” kata Shin-woo.
”Mati kau penipu” kata Tae-kyung kesal sambil menuju toilet.
”Ada apa dengan He-yi” kata Mi-nam mencoba menahan sedih dan kagetnya.
”Aku mencium dan menakuti Tae-kyung” kata He-yi di dalam toilet (dasar penipu...). He-yi lalu menelepon seseorang. Semua orang terlihat cemas dan khawatir. Mi-nam mendapat telepon. Ternyata He-yi meneleponnya.
“Jangan ungkapkan sekarang. Jika kau ungkapkan sekarang, kak Tae-kyung akan kesulitan. Kau harus mengungkapkannya di depan banyak orang dan bertanggung jawab sendiri. Kau tidak ingin orang-orang disini ikut terluka kan?” kata He-yi
”Baik aku akan melakukannya” kata Mi-nam.


He-yi tersenyum senang, Tae-kyung menunggu di depan toilet. Begitu He-yi keluar Tae-kyung menghampirinya.
”Kau sebenarnya kenapa? Kau harus minta maaf padaku” kata Tae-kyung
”Akau hanya berpikir terbuka saja. Hubugan ita juga tidak begitu kenapa harus takut” kata he-yi tenang. Kemudain He-yi mau pergi, tapi Tae-kyung mencegahnya.
”Kau mau kemana? Jelaskan dulu baru pergi” kata Tae-kyung.
”Kau mau menahanku? Aku bukan kekasihmu jadi aku tidak mau mendengar perkataanmu” kata He-yi kemudian pergi.
Tae-kyung menyusul He-yi hingga depan. Tae-kyung menarik tangan He-yi yang mengenakan cincin dan sedang memegang hp.
”Kau marah karena ini?” kata Tae-kyung sambil meliri cincin tadi.
”Siapa suruh kau tidak mau, dengan jangan pernah membuatku marah” kata He-yi.
Tae-kyung kemudian mengambil hp He-yi.
”Kenapa? Kau ingin membanting hpku?”
”heh aku bukan nomor 1 dipanggilan cepat” kata Tae-kyung.
”Tentu saj ayahku. Kenapa? Kau ingin jadi nomor 1?” kata He-yi.
”Ayahmu galakkah?” tanya Tae-kyung.
”Benar. Kalau ditangkap ayahku rambutmu pasti akan rontok semua” kata He-yi.
Tae-kyung mengangguk-anguk dan berkata.
“Nasib baik kau mengatakan ayahmu galak” kata Tae-kyung sambil menunjuan sms yang ia tulis (Ayah, aku hamil).
He-yi kaget dan mencoba merebut hpnya. Ia ketakutan sekali, tapi Tae-kyung sudah mengirimannya.
”Kau mengirimnya?” kata He-yi tak percaya
”Hari ini rambutmu akan dibotaki” kata Tae-kyung senang sambil mengembalikan hp He-yi.
Tae-kyung masuk kedalam, He-yi benar-beanr ketakutan. Ayah he-yi langsung menelepon, He-yi mencoba menjelaskan dan pergi pulang.


Tae-kyung mencoba menjelaskan pada semua bahwa He-yi tadi hanya mual saja jadi jangan berpikir sembarangan. Jeremy terlihat tak percaya. Tae-kyung kesal dan memperingatkan agar Jeremy jangan berpikir sembarangan lagi.
”Yang penting itu urusan kalian” kata Shin-woo.
”Mi-nam tadi kau mau mengatakan apa?” tanya Shin-woo pada Mi-nam.
Mi-nam berpikir sebentar dan bilang kalau ia hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka karena telah membuat masalah.
”Apa karena sakit?” kata Shin-woo.
”Tidak apa-apa” kata Jeremy.
”Bukan hal pertama kalinya” kata Tae-kyung.
Mi-nam merasa senang karena semua orang baik kepadanya, tapi ia juga merasa takut mereka akan terluka karenanya.
”Aku banyak mendapat perhatian disini. Biarkan aku bisa melakukannya dengan baik” kata Mi-nam dalam hati.

Bibi Mi-ja bertemu dengan teman-temannya. Ia pamer karena habis bertemu dengan Mo Hwa-ran. Ia merasa Mo Hwa-ran dulu menyukai adiknya. Teman-temannya tak percaya. Bibi Mi-ja berkata mungkin Mo Hwa-ran adalah ibu dari kedua ponakannya. Tapi ia lalu mematahkan anggapannya dan berkata kalau Mo Hwa-ran belum pernah hamil, dan kalaupun hamil pasti akan ketahuan. Bibi Mi-ja berpikir lagi dan berkata bahwa dulu Mo Hwa-ran pernah istirahat lama. Hal ini menguatkan kemukinan tadi. Tapi bibi Mi-ja pun belum terlalu yakin.


Mo Hwa-ran minum-minum di kamar hotelnya sambil mendengarkan musik (kayak orang depresi). ”kau membuatkan lagu ini untukku? Membuatkannya untukku. Kau mencintaiku seorang saja. Hanya mencintaiku. Seperti aku hanya mencintaimu”.

Di tempat lain Tae-kyung juga mendengarkan lagu itu. ”Liriknya begitu menyedihkan. Apakah karena mencintainya baru meninggalkanku” kata Tae-kyung. Tae-kyung mengambil cd Mo Hwa-ran. ”Go Jae-hyun , hanya demi orang ini?” kata Tae-kyung. Tae-kyung meletakan cd itu dengan kesal. Tae-kyung berbalik dan memandangi boneka kelincinya. ”Wanita itu ingin menyanyi ulang, kau mengerti apa? Waktu sedih biasanya ada Go Mi-nam pasti akan berguna” kata Tae-kyung. Tae-kyung bangkit, ia melihat tas belanjaannya tadi dan memikirkan sesuatu.


Mi-nam berdiri sendirian di atap. “Tidak bisa melihat bintang karena terlalu gelap” gumam Mi-nam.
“Karena terlalu terang baru tidak bisa melihat” kata Tae-kyung tiba-tiba menghampiri Mi-nam. “Kakak!” kata Mi-nam kaget.
”Kalau mau melihat bintang, matikan lampunya” kata Tae-kyung.
Mi-nam mematikan lampu sekarang mereka berdua berdiri di atap melihat bintang.
”Sekarang sudah bisa melihatnya kan, kak?” tanya Mi-nam.
”Terlalu gelap, aku tidak bisa melihat apapun” kata Tae-kyung.
Mi-nam memandang Tae-kyung dan berkata ”Meski gelap aku tetap bisa melihat bintang”.
”Lalu buat apa kau lari keluar? Mengkhawatirkan acara besok?” tanya Tae-kyung
”Aku akan melakukannya dengan baik” kata Mi-nam berjanji.
”Kami besok tidak akan datang” kata Tae-kyung
”Aku sudah tahu dan aku akan berusaha” kata Mi-nam
”Besok kau akan menjadi tokoh utama, jika kami datang kau tidak akan menonjol” kata Tae-kyung.
”Aku mengerti” kata Mi-nam.
”Baguslah, nasib baik kau tidak memintaku datang” kata Tae-kyung.
”Kakak, aku akan menganggap semua ini adalah mimpi. Kakak, kak Shin-woo dan Jeremy seperti bintang dan aku diantaranya”
Tae-kyung melihat kearah Mi-nam dan melihat wajah Mi-nam samar-samar (mulai sembuh ceritanya).
”Bintang di sana, jadi di manapun aku bisa melihat kakak” kata Mi-nam.
”Tapi aku tidak bisa melihatmu” kata Tae-kyung.
Tae-kyung kemudian berdiri menghadap Mi-nam sambil berusaha melihat.
”Karena aku tidak bisa melihatmu makanya kau jangan hilang dari sisiku” kata Tae-kyung.
”Bukankah sekarang kau juga tidak bisa melihatku” kata Mi-nam.
Mi-nam berusaha melambaikan tanganya di depan Tae-kyung. Tae-kyung menangkap tangannya.
”Paling tidak aku bisa melihatmu di sana” kata Tae-kyung.
”Kau benar bisa melihatku?” tanya Mi-nam.
”Benar, jadi kalau gelap kau harus berada dalam jangkauanku” perintah Tae-yung.
”Baik aku tahu. Tapi aku ada satu permintaan” kata Mi-nam sambil berkaca-kaca.
”Waktu aku menjadi wanita, kau harus pura-pura tidak melihatku” kata Mi-nam lagi.
”Apa?” kata Tae-kyung kaget.
”Sampai saat itu nanti aku juga akan pura-pra tidak tahu” kata Mi-nam lagi
”Maksudmu pura-pura tidak saling kenal?” tanya Tae-kyung
”Benar. Pura – pura tidak mengenaliku yang jadi wanita” kata Mi-nam.
Tae-kyung berpikir sebentar dan berkata ”Kalau itu pasti aku setuju, pura-pura tidak saling kenal”.
”Terima kasih, aku akan menyalakan lampunya dan masuk duluan” kata Mi-nam lalu kemudian berjalan masuk.
”Setelah masalah berlalu, kau minta aku pura-pura tidak mengenalmu! Dasar penjahat seperti kelinci!” kata Tae-kyung kesal


Mi-nam telah kembali kekamarnya dan menemukan tas pakainan di sana.
”Apa ini?” kata Mi-nam
Lalu tiba-tiba datang sms dari Tae-kyung.
”Kalau ada waktu pakai saja, aku akan pura-pura tidak mengenalmu” tulis Tae-kyung.


Keesokan harinya president Ahn sibuk menyiapkan konfrensi pres album pertama Go Mi-nam bersama A.N.Jell. Mi-nam bersiap menuju ketempat acara. Ia berniat mengungkapkan semuanya disana, ia melihat seluruh ruangan di mess seperti akan pamit. Dan saat keluar para anggota lain memberi semangat untuk Mi-nam.


He-yi datang ketempat konfrensi pres. Presiden Ahn menghubungi manager Ma dan menayanyakan tentang persiapan Mi-nam. Manager Ma berkata kalau mereka sudah siap, tapi saat ia menuju tempat make up (sepertinya di salon deh..), Mi-nam tidak ada. Manager mencari keseluruh ruangan, tapi Mi-nam telah menghilang.

Semua penggemar dan wartawan telah datang. He-yi menelpon Mi-nam untuk memastikan bahwa Mi-nam akan membongkar semuanya nanti. President Ahn mendapat laporan dari manager Ma kalau Mi-nam menghilang. President Ahn tidak mau tahu dan menyuruh manager Ma segera menemukannya. Manager Ma memberitahu anak-anak A.N.Jell kalau Mi-nam menghilang dan tidak dapat dihubungi. Mereka merasa khawatir dan merasa ada sesuatu yang terjadi. Tae-kyung berkata kalau mereka harus siap-siap karena jika Mi-nam benar-benar tidak datang maka mereka harus menggantikannya.

Tae-kyung berganti pakaian di kamarnya. Ia melihat boneka kelincinya sudah tidak memakai penjepit ramut. Tae-kyung berpikir sesuatu, kemudian pergi kekamar Mi-nam. Ia mencari tas pakainan yang ia berikan tadi malam dan tas itu ternyata sudah kosong. Tae-kyung ingat kejadian tadi malam saat Mi-nam menyuruhnya pura-pura tidak kenal jika ia menjadi wanita. ”Apa yang ingin kau laukan” gumam Tae-kyung setelah menyadari niat Mi-nam.


Mi-nam dengan baju dan jepit rambut pemberian Tae-kyung berjalan menuju tempat konfrensi pres. Waktu telah tiba, president Ahn memutuskan untuk mengulur waktu dengan menampilkan video klipnya nya terlebih dahulu. Anggota A.N.Jell telah sampai di tempat konfrensi pres. Tae-kyung terus menghungi Mi-nam. Ia meninggalkan pesan agar Mi-nam jangan datang kesana dengan menggunkan pakaian yang ia berikan karena itu akan membuat masalah.


“Aku harus tanggung jawab tidak boleh menyalahkan siapa pun” gumam Mi-nam saat berdiri didepan gedung konfrensi pres. Tae-kyung berusaha mencari Mi-nam diantara para fans. A.N.Jell datang keruang konfrensi pres tepat saat acara dimulai. President Ahn menyuruh mereka duduk didepan. Lampu ruangan dimatikan untuk melihat video klip.
“Aku tidak bisa melihat apapun” kata Tae-kyung.
Saat jeremy dan Shin-woo mau duduk Tae-kyung mencegahnya dan berkata
”Aku tidak bisa mencarinya, kalian yang cari saja”
”Apa?” kata Jeremy.
”Dia ada disekitar sini, cepat cari” kata Tae-kyung.
“Dia ada disekitar sini?” gumam Shin-woo tak percaya Tae-kyung tahu keberadaan Mi-nam.
“Kita akan mencoba mencarinya” kata Jeremy.
”Cari seorang wanita” kata Tae-kyung.
Shin-woo melirik, Jeremy bengong tak mengerti.
”Wanita yang pakai baju putih dan rok merah jambu” kata Tae-kyung.
Shin-woo hanya diam saja mengetahui Tae-kyung sudah tahu identitas Mi-nam.
”Bukannya mau mencari Go Mi-nam?” tanya Jeremy bingung.
”Go Mi-nam adalah seorang wanita” kata Tae-kyung akhirnya.
Jeremy kaget mendengarnya.
”Sudah tidak ada waktu lagi. Kalau ketemu bawa dia keluar. Aku cari di luar” kata Tae-kyung kemudain pergi keluar.
“Go Mi-nam itu wanita?” tanya Jeremy pada Shin-woo.
“Tida ada waktu lagi, cepat cari” kata Shin-woo kemudain pergi mencari didalam.
Jeremy masih kaget tak percaya.



Tae-kung mencari keluar. Mi-nam telah sampai di dalam gedung dan menuju ruang konfrensi pres bersama dengan wartawan Jing dan para fans. Tae-kyung melihatnya dan segera lari mengejarnya tapi sayang Mi-nam sudah keburu masuk ruangan dan menuju podium. “Tidak bisa.. tidak bisa melihat apapun.. tidak bisa melihat Go Mi-nam” kata Tae-kyung saat mencari Mi-nam di dalam ruangan. “Bukankah aku sudah katakana jangan berdiri di tempat yang tidak bisa terlihat olehku!” teriak Tae-kyung tiba-tiba.



Mi-nam berhenti, ia bergumam “Tidak boleh melihatku, dia tidak boleh melihatku”. Semua orang menoleh ke arah Tae-kyung, Mi-nam juga menoleh melihatnya. Tiba-tiba lampu menyala para fans berteriak histeris melihat Tae-kyung. Tae-kyung akhirnya bisa melihat Mi-nam. Mi-nam memandanganya dengan sedih.



Tapi tiba-tiba Mi-nam ditarik oleh seseorang. Dan orang itu adalah Shin-woo. Shin-woo mencoba melindungi Mi-nam dari sergapan foto para wartawan dengan cara memeluknya. “Apa yang terjadi” gumam He-yi kecewa. Shin-woo terus melindungi Mi-nam, Tae-kyung hanya diam melihatnya. Jeremy datang dan juga hanya bisa diam melihatnya.





Thanks to:
sinopsis by syaoran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar